Minggu, 09 Agustus 2015

Wisata Gumuk Pasir, Yogyakarta

Pernah mendengar tempat wisata Gumuk Pasir?  Atau jangan-jangan  baru kali ini mendengarnya…

Sama kalo begitu…hheheehe


Di penghujung tahun 2014 yang lalu ketika aku dan keluarga sengaja untuk mengisi liburan berkeliling ke beberapa tempat wisata di Yogya, Gumuk Pasir adalah salah satu destinasi wisata yang kami kunjungi.  Aku menemukan tempat wisata ini dari browsing di internet.  Penasaran aja, seperti apa Gumuk Pasir yang dimaksud.


Kata gumuk itu berasal dari bahasa jawa yang artinya gundukan.  Jadi Gumuk Pasir lebih kurang diartikan sebagai gundukan pasir yang terbentang luas karena proses gejala alam yang memakan waktu ribuan tahun dengan bentuk dan tipe-tipe yang juga sangat dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar, kecepatan dan arah angin.


Setelah dua hari muter-muter di pusat kerajinan kulit manding, hari ketiga kami mengawali perjalanan menuju Gumuk Pasir.  Kerajinan kulit manding dengan Gumuk Pasir masih terletak dalam area Bantul, tidak jauh dengan Pantai Parangtritis yang tersohor itu.  Tidak sulit menuju lokasi ini.  Kalau menggunakan kendaraan pribadi hanya memakan waktu tempuh lebih kurang setengah jam dari kota Yogya.  Gumuk Pasir ini diapit oleh dua pantai yang berdekatan, Pantai Parangtritis dan Pantai Depok.


Sampai di Gumuk Pasir waktu menunjukkan jam 08:30 wib.  Masih sangat pagi bukan!


Apa yang kami saksikan???


Bentangan pasir halus yang luas dengan suhu udara yang sangat panas menyengat, terutama ketika menginjakkan kaki di atas pasir.  Bagi kamu yang pernah berkunjung ke Jabal Rahmah atau Jabal Magnet atau peternakan unta di Arab Saudi pada siang hari, nah kira-kira seperti itulah hawa panas yang terasa di kulit ketika berada di tengah hamparan Gumuk Pasir.


Aku menamakannya, pemandangan yang sangat unik!!!

Bagaimana mungkin, Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa dengan iklim tropis dan curah hujan yang cukup tinggi memiliki sebuah penampakan alam serupa gurun.  Tepatnya gurun pasir.  Seperti yang kita ketahui, gurun pasir biasanya berada pada negara-negara dengan curah hujan yang rendah.  Padang Pasir di Arab misalnya atau yang tidak asing lagi di telinga kita, Gurun Sahara, gurun terluas di dunia yang terletak di bagian utara Afrika. 


Yang lebih unik lagi, perubahan suhu di Gumuk Pasir sangat ekstrim.  Pada siang hari sangat panas dan malam hari sangat dingin, persis seperti suhu yang ada di Gurun Sahara.  Makanya fenomena alam yang tidak biasa ini menarik para ahli geografi dan ahli geologi untuk melakukan penelitian.  Bahkan rencananya akan dimasukkan dalam daftar situs warisan dunia UNESCO.



Bagaimana Gumuk Pasir bisa terbentuk?

Dari beberapa analis mengatakan bahwa Gumuk Pasir merupakan fenomena alam yang terbentuk akibat pergerakan angin.  Tentu saja dalam hal ini, keberadaan Gunung Merapi sebagai penyedia pasir sangat mempengaruhi luasnya bentangan pasir yang membentuk gundukan-gundukan.  Angin membawa pasir-pasir dari material vulkanis Gunung Merapi.  Pasir-pasir ini kemudian diterbangkan oleh angin menuju ke lautan.  Proses selanjutnya, pasir-pasir ini akan berubah bentuk menjadi pasir-pasir halus ketika bercampur dengan air laut.  Pada saat pasang, kerasnya gelombang air laut dan kencangnya angin membuat pasir-pasir ini terlempar ke daratan.  Proses ini terjadi ribuan tahun sehingga terbentuklah Gumuk Pasir seperti yang kita saksikan sekarang.


Keindahan dan keunikan Gumuk Pasir ini telah menginspirasi para pencinta photography dan videography untuk mengabadikannya dalam lensa kamera dan video.  Beberapa fotografer profesional memanfaatkan keunikan dan angin yang kencang untuk pengambilan gambar pre wedding.  Bahkan artis Agnes Monica dan Band Letto pernah membuat video klip di lokasi ini.


Selain itu beberapa pengunjung memanfaatkan Gumuk Pasir ini untuk bermain papan seluncur atau sandboarding.  Dan pada bulan-bulan tertentu menjelang keberangkatan haji, Gumuk Pasir ini juga sering dipakai sebagai tempat manasik haji untuk melatih para calon jamaah haji beradaptasi dengan udara di gurun  Arab.


Setelah puas mengitari Gumuk Pasir dan mengambil beberapa foto, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke destinasi berikutnya.  Berharap di kemudian hari tempat wisata Gumuk Pasir ini akan menjadi tempat wisata yang tidak saja unik, tapi nyaman dan terkelola dengan baik sehingga Gumuk Pasir ini menjadi satu-satunya Gurun di Indonesia yang  dengan terpeliharanya keunikan dan keindahannya bisa  menarik banyak wisatawan untuk berkunjung.  Tentu saja perlu kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat setempat dan pihak pengelola (swasta).

 


gumuk pasir parangtritis


berfoto di gumuk pasir








www.nanidjabar.blogspot.com


Baca juga :

Kutitipkan Cinta di Pantai Krakal, Gunung Kidul
***

Senin, 03 Agustus 2015

Surga Bawah Laut, Bukan Surga Yang Tak Dirindukan

Surga Bawah Laut, Bukan Surga Yang Tak Dirindukan.  Akhir-akhir ini media sosial diramaikan dengan diskusi yang mengusung tema klasik, poligami.  Entah kebetulan atau sengaja karena memang film layar lebar “Surga Yang Tak Dirindukan” yang diangkat dari novel karya Asma Nadia sedang tayang di bioskop-bioskop Nusantara.  Menjadi Trending Topic, bahkan beberapa netizen  sengaja meng update status dengan mengangkat tema ini.  Pro kontra, Pasti! Perdebatan panjang tak bisa dielakkan.  Yang pro dan kontra sama-sama merasa berada di garis idealisme dengan argumennya masing-masing.


Lalu, aku berada di pihak mana? Dan apa pula kaitannya dengan surga bawah laut?


Untuk tema yang satu ini aku memilih abstain.  Tidak berpihak pada yang pro apalagi kontra.  Jangankan larut dalam perdebatan panjang yang seringkali berujung deadlock, untuk berdiskusipun aku haturkan terimakasih.  Buat aku pribadi, untuk menggapai surga lewat corong poligami cukup tunjuk dada sendiri dan tanya sejauh mana diri ini qona’ah dan ridho terhadap ketentuan dan aturan Allah???  Tak perlu diumbar!  Karena sesungguhnya level taqwa itu hanya kita dan Allah saja yang tahu.


Balik lagi, apa hubungannya dengan surga bawah laut?


Hmmm…tentu ada dan bisa ditarik benang merahnya (kalo gak, paksain aja deh…hehehe).  Pada tulisan ini aku ingin menekankan bahwa surga bawah laut adalah keindahan sempurna bak surga yang tidak ada perselisihan apalagi menyulut kontroversi  tentang keindahannya.  Siapa yang berani menyebut kalau wisata bahari di Raja Ampat tidak indah, atau kehidupan dasar laut Wakatobi, Taman Nasional Bunaken, atau Pulau Derawan yang bertabur dengan keelokan biota laut dan terumbu karang yang cantik itu???


Ah, aku yakin semua akan bersuara sama dengan nada yang indah…… “Wow, ini benar-benar surga bawah laut!!!”

Iya…. ‘surga’ yang dirindukan semua orang.  Bukan surga yang tak dirindukan….


Keindahan panorama dasar laut yang dengan kecerdasan, keilmuan dan kebeningan hati yang menyaksikannya dapat menghantarkan seseorang mengenal  Tuhan yang sesungguhnya.  Rabb yang menciptakan segala keindahan semesta termasuk keindahan bawah laut.

 Seorang oceanography berkebangsaan Prancis Mr. Jacques Yves Costeau, yang sering melakukan eksplorasi di berbagai samudera di dunia memutuskan memeluk islam setelah mengetahui bahwa Al-qur’an telah mengabadikan keajaiban bawah laut jauh sebelum Costeau mengabadikannya dalam film-film dokumenternya.  Subhanallah…


Bagaimana dengan anda,  yang sering bereksplorasi di dasar laut dengan snorkeling dan diving, apakah  telah menjadikan anda lebih dekat dengan Sang Pencipta?   Silahkan dijawab masing-masing aja ya….   hehhe






Snorkeling di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

Bagaimana muslimah snorkeling?

Ini sebenarnya topik tulisan yang ingin aku share.  Liburan lebaran kemarin tanpa perencanaan sebelumnya alias dadakan kami (aku dan keluarga) berkunjung ke Pulau Pramuka, Pusat Pemerintahan Kepulauan Seribu.  Pulau yang dikenal sebagai tempat para wisatawan asing dan nusantara melepas penat, mencari suasana baru yang bisa mem-fresh kan kembali pikiran dengan kegiatan paket-paket wisata baharinya. 

Wisata utama yang ditawarkan disini adalah snorkeling, selain tentunya bisa juga diving atau banana boat dan kano.

Ketika suami menawarkan liburan snorkeling ini, aku sedikit ragu menganggukkan kepala.  Aku  memang belum pernah snorkeling sebelumnya, tapi snorkeling bukan hal yang asing  buat aku.  Karena hobiku mengunjungi pantai telah membuat mataku tidak asing melihat orang-orang bersnokeling  bahkan muslimah yang dengan ‘berani’ mengenakan pakaian renang ketika bersnokeling ria diantara kerumunan orang-orang  yang kadang membuat aku risih sendiri.


Pemandangan seperti ini yang membuat aku enggan mengiyakan dengan tulus ketika suamiku mengajak bersnokeling di Pulau Pramuka.


“Gak salah nih ngajakin snorkeling?” tanyaku dengan air muka penasaran.


Sepertinya suamiku paham dengan maksud pertanyaanku. 

“Gak dong, kamu dan kakak (putri sulung kami) tetap bisa berpakaian muslimah seperti biasa” pungkasnya meyakinkan aku.


Iya, snorkeling itu di lautan terbuka.  Bukan kolam renang khusus muslimah bo… hehhhehe

Banyak mata laki-laki yang diharamkan melihat aurot wanita.  Minimal pemandu snorkeling, abang yang mengendalikan perahu motor, dan satu lagi abang yang mengontrol arah jalannya perahu motor.  Yang namanya abang-abang pasti bukan perempuan dong… hehheh


So…. Simpan pakaian renang (baca : pakaian ketat) di lemari rapat-rapat, bila perlu dikunci dan kuncinya lempar ke laut…eits sorry…. Maksudnya simpen aja di rumah ya … hehehe

Dan kenakan pakaian muslimah seperti biasa sebagaimana kamu beraktivitas di luar rumah.


Kalau aku, mungkin bisa jadi inspirasi muslimah lain ya.  Pertama aku mengenakan longjohn (pakaian dalam berupa kaos lengan panjang dan celana panjang) yang terbuat dari bahan wol, ringan dan tidak menyerap air.  Kemudian pada bagian luar aku mengenakan kaos tebal dan longgar lengan panjang yang juga berbahan wol dengan panjang selutut.  Pada bagian bawahnya aku mengenakan rok lebar panjang sampai mata kaki yang tebal tapi ringan dan lembut terbuat dari campuran bahan jersey dan nilon.  Tidak  menyerap air sehingga tetap nyaman dan ringan ketika berada di dalam air.  Untuk kepala, seperti biasa kenakan dahulu cipluk yang nempel di kepala kemudian baru aku mengenakan kerudung kaos yang panjang sampai menutupi dada.  Begitu juga yang dikenakan oleh putri sulungku.  Kalo putri bungsuku karena dia masih belum baligh, belum terbebani hukum, jadi hanya mengenakan celana panjang training dan kaos lengan panjang, tanpa rok. 


Aktivitas snorkelingpun dimulai.  Perahu motor melaju membawa kami menuju Pulau Semak Daun.  Pulau Semak Daun adalah pulau kecil diantara bertaburnya pulau-pulau di Kepulauan Seribu.  Pulau ini masih sangat sepi, alami dan berpasir putih halus dengan topografi pantai yang landai.  Karena kealamiannya maka pulau ini banyak dikunjungi untuk kegiatan snorkeling dan diving.  Di pulau ini belum ada fasilitas untuk menginap, untuk bisa sampai ke pulau ini biasanya melalui Pulau Pramuka dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.


Ketika mulai terjun ke air yang jernih dan menyaksikan kehidupan bawah laut yang keindahannya tak sebanding dengan ungkapan rangkaian kata-kata indah manapun.  Maka, satu kalimat yang mewakili rasa takjub sebagai makhluk yang tak berdaya, ‘Subhanallah, Allah Maha Indah dan menyukai keindahan’.  Dia-lah yang mengalirkan ketundukan lewat keindahan ciptaan-Nya bagi orang-orang yang berpikir.

Dua jam bereksplorasi di Pulau Semak Daun tak terasa.  Pemandu mengingatkan kami untuk naik ke perahu motor dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Air untuk kembali mengintip kehidupan  bawah laut yang juga tak kalah indahnya.

siluet di bawah laut



www.nanidjabar.blogspot.com



pulau air
Putri bungsuku -memberi makan ikan

terumbu karang di pulau air



Ternyata,beberapa jenis terumbu karang yang berada di dasar laut Pulau Air tidak ditemukan di Pulau Semak Daun.  Keanekaragaman biota laut dengan warna-warna dan bentuk yang unik ditambah lagi ikan-ikan hias dengan corak dan warna cerah sangat memukau mata. 

Aku benar-benar merasa sedang berada di antara taman surga.  Ingin rasanya berlama-lama di Pulau Air ini, tapi lagi-lagi suara pemandu mengingatkan kami untuk segera naik ke perahu motor untuk kembali ke Pulau Pramuka, karena matahari mulai beranjak naik, teriknya makin terasa dan pemandu mengatakan tidak baik untuk kesehatan kulit kami, apalagi kulit wanita… ehm…ehm..
  


  biota laut











pulau semak daun










Apakah aktivitas snorkeling terganggu karena mengenakan rok?

Tidak sama sekali!!!


Kamu mau tahu, aku jadi ketagihan untuk bersnorkeling, kalau saja usiaku belum kepala empat, ingin rasanya hati ini ikut pelatihan diving dan kemudian dengan modal sertifikat aku bisa bereksplorasi di banyak pulau, menyelam dan berkhalwat dengan Sang Pencipta  Surga bawah laut. 


Hamdan Lillah atas pengalaman ini, semoga Allah beri kesempatan untuk kembali menikmati keindahan bawah laut ini di tempat-tempat lainnya.  Aaminn.

Selasa, 28 Juli 2015

Wisata Kuliner : Bakso Sehat??? Ya Bakso Atom…

Siapa yang tidak mengenal bakso, saya yakin dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan para orang tua baik wanita ataupun pria pasti tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini.  Bakso sudah menjadi makanan yang sangat merakyat di negeri tercinta ini, dari gerobakan di gang-gang kecil sampai mall-mall kelas atas tidak sulit menemukan menu jajanan bakso atau variasi makanan yang mengandung unsur bakso.  Malah, ketika saya pernah berada di Mekkah dan Madinah, saya tetap bisa menikmati semangkuk bakso hangat hanya dengan berjalan beberapa menit saja dari tempat menginap saya.  Hmmmm, di negeri unta pun tetap bisa menikmati bakso ya…..  hehehe

Padahal konon bakso awalnya merupakan kuliner khas yang berasal dari negeri tirai bambu.  Kata bak-so itu sendiri berasal dari bahasa hokkien yang artinya daging giling.  Dan di negeri asalnya, butiran bakso tersebut berbahan utama daging babi, karena memang masyarakat sana lebih menyukainya.

Nah, untuk di negeri kita, karena masyarakatnya mayoritas muslim, maka bahan dasar bakso tersebut diganti dengan daging sapi atau daging ikan.

Fakta Bakso Tidak Sehat
Sudah menjadi rahasia umum bahkan fenomenal, banyak oknum pedagang  menjual bakso yang dicampur dengan bahan-bahan kimia berbahaya sejenis borax dan formalin.  Bahan-bahan kimia ini disinyalir dapat merusak metabolisme tubuh.  Karena sejatinya borax adalah bahan kimia yang banyak dipergunakan untuk industri kertas, keramik dan pengawet kayu.  Sementara formalin adalah bahan kimia yang berfungsi sebagai pengawet non pangan.  Kedua bahan kimia ini dilarang keras dicampurkan dengan bahan pangan karena resikonya yang sangat mengancam kesehatan organ-organ vital manusia.  Namun sangat disayangkan, hanya dengan alasan murah, atau kondisi ekonomi yang semakin mencekik atau alasan meraup keuntungan yang lebih besar sehingga para oknum pedagang mengabaikan resiko yang muncul setelah mengkonsumsi bakso yang telah bercampur zat-zat kimia berbahaya tersebut.  Belum lagi masalah kehalalan yang masih dipertanyakan karena sering dicampur bahan dasar yang dilarang dikonsumsi oleh umat muslim.  Seperti merebaknya bakso tikus di beberapa daerah.

Entahlah, sayapun kadang sangat prihatin dan sedikit geram melihat kondisi masyarakat kita yang seperti ini.  Apa karena faktor pendidikan yang rendahkah? Atau pemerintah yang tidak perduli?..... Ah sudahlah, terlalu panjang jika dibahas, lagi pula bukan masalah ini yang ingin saya posting…  hahaha

Selektif Mengkonsumsi Bakso
Nah ini sebenarnya yang ingin saya share.  Beberapa hari setelah lebaran, aku dan keluarga berkunjung ke Kota Bogor.  Anak-anak yang sudah bosen makan ketupat melulu di rumah menginginkan jajan makanan berat, tepatnya bakso.  Memang sudah sekian lama saya melarang anak-anak dan diri saya sendiri untuk mengkonsumsi bakso dalam bentuk dan jenis masakan apapun karena alasan halal dan kesehatan.

Sore itu, tanpa disengaja, ketika melewati jalan raya Padjajaran, sebuah poster besar dan panjang menarik perhatianku.  Poster bertuliskan “Sehat dimulai dari makanan sehat” membuat mobil kami berhenti dan parkir di depan kedainya.  Aku bergegas turun dan masuk lebih dahulu ke kedai untuk  memastikan.   Setelah melihat dan membaca sertifikat hasil uji laboratorium yang dipampang di bagian depan ruangan bagian dalam, barulah aku dan keluarga memesan bakso yang mengusung  manajemen self service ini.  Sertifikat hasil uji tersebut tidak hanya  mencantumkan hasil uji terhadap kesehatan dan kehalalan produk tetapi juga mencantumkan secara detail jumlah karbohidrat, kadar protein, kadar lemak dan bahan-bahan lainnya untuk setiap satuan unit bakso.

Bakso sehat bakso atom, itulah nama dagang kedai bakso ini.  Bakso ini telah melalui proses uji laboratorium milik kesmavet yang telah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).  Kesmavet merupakan salah satu bagian di dinas peternakan yang menangani masalah kesehatan masyarakat veteriner, yaitu masyarakat yang mengkonsumsi pangan asal hewan, dengan melakukan pengawasan dan penelitian dengan tujuan agar masyarakat dapat mengkonsumsi pangan hewan yang aman, sehat, utuh dan halal.

Dari hasil uji laboratorium tersebut bakso atom dinyatakan lulus uji bakteri berbahaya, lulus uji bahan kimia berbahaya dan lulus uji terhadap daging sapi pilihan dengan indikator halal untuk dikonsumsi.  Dan yang lebih penting uji laboratorium ini selalu diperbaharui setiap tahunnya.


gerai bakso atom


hasil uji lab. bakso atom
sertifikat uji laboratorium


ruangan bagian dalam



Variasi Rasa Bakso Atom
Bakso atom menawarkan banyak variasi rasa, diantaranya bakso sumsum, bakso keju, bakso urat, bakso jamur, bakso tahu sampai baksomay, yang terahir adalah bakso kombinasi somay yang berbahan ikan tenggiri. 

Rasanya?
Jangan ditanya, rasanya benar-benar maknyus dan bikin ketagihan.  Rasa daging segar pilihan yang berkualitas tinggi diracik dengan olahan formula bumbu yang pas sehingga tidak saja empuk ketika digigit tapi meninggalkan kesan rasa yang sempurna.
Kami mencoba semua variasi rasa bakso, memilih sendiri dan kemudian meracik sendiri bumbu-bumbu tambahan yang sudah disajikan.  Aku hanya mengambil tiga butir bakso yang semuanya berukuran lebih besar dibanding ukuran rata-rata kebanyakan bakso di pasaran ;  bakso sumsum, bakso jamur dan bakso urat.   Kamu tahu? Tidak saja uenakkk tapi sangat mengenyangkan.  Dan akupun sudah tidak berminat lagi ketika ditawarkan makan malam di rumah… hhhehe

Harganya?
Harganya tergantung berapa banyak butiran bakso yang kamu makan.  Kami makan berempat, tiga orang masing-masing mengambil tiga butir bakso dan satu orang dengan empat butir bakso.  Total yang kami bayar adalah 157.000 rupiah.  Kalo dilihat dari harganya memang jauh ya dari harga kisaran bakso yang biasa dijual di pasaran.  Tapi sangat worth it menurutku. Dan masih terjangkau dong ya...

http://nanidjabar.blogspot.com/2015/07/wisata-kuliner-bakso-sehat-ya-bakso-atom.html
variasi rasa bakso

4 mangkuk bakso yang kami santap

bakso halal
meracik sendiri bumbu tambahan

Hayukkk…. Dicoba aja ya…  recommended banget deh…hehhehe

Note : semua foto dokumen pribadi

Kamis, 23 Juli 2015

Wisata Edukatif Bernuansa Pedesaan : Kampoeng Wisata Cinangneng


Halo sobat…


Kalau kamu sudah mulai kurang fokus, tidak konsentrasi dan emosimu gampang terusik, nah ini tanda-tanda kalau kamu sudah mulai terserang gejala puncak kejenuhan.  Jika sudah begini ada baiknya kamu tinggalkan dulu sejenak pekerjaan yang menjadi rutinitasmu setiap hari.  Kalau aku, jika jenuh sudah mulai menghampiri, biasanya pada akhir pekan aku akan mengajak keluargaku untuk menikmati udara luar yang fresh dan  melupakan sejenak dari suasana perkotaan yang bising dan ramai.  Nah kali ini aku dan keluarga memilih sebuah tempat yang sangat pas dengan keinginan kami.  Sebuah tempat wisata keluarga yang secara lokasi tidak jauh dengan lokasi tempat tinggal kami di Bekasi.  Dan tempat wisata ini juga menurutku sangat unik.  Tempat wisata ini dikenal dengan Kampoeng Wisata Cinangneng.


Keunikannya dimana? 

Kampoeng Wisata Cinangneng adalah wisata keluarga edukatif yang bertajuk program poelang Kampoeng.  Uniknya, tidak seperti kebanyakan tempat wisata lainnya dimana biasanya pengunjung dibiarkan masuk dan menikmati sendiri apa saja objek-objek hiburan yang ditawarkan.  Sangat berbeda dengan di Kampoeng wisata Cinangneng.  Di Kampoeng Wisata Cinangneng, pengunjung ditawarkan paket-paket wisata yang sudah disediakan sekaligus dengan harga paket perorang.  Kemudian pengunjung akan ditemani oleh seorang pemandu yang akan selalu menemani, melayani, menjelaskan dan siap membantu apapun yang dibutuhkan oleh pengunjung selama berwisata sesuai dengan paket yang sudah dipilih.  Asyik bukan?  Berasa seperti raja dan ratu…hehehehe


Kampoeng Cinangneng  berlokasi di Kota Bogor, tepatnya  di Jalan Babakan Kemang RT. 01/02 Cihideung Udik, Kec. Ciampea.  Tidak jauh dari Kampus IPB Dramaga, hanya sekitar satu kilometer kearah Cibanteng.  Jangan khawatir lokasi ini sangat mudah ditemukan, selain sudah sangat familiar di  masyarakat bogor,  juga ada papan penunjuk arah menuju ke lokasi.


Sedikit mengulas sejarah tempat wisata Kampoeng Cinangneng ini, awalnya adalah hanya beberapa guest house pribadi pemiliknya yang dibangun tahun 1994.  Namun karena ditawarkan kepada rekan-rekan pemilik yang kebanyakan orang asing sehingga informasi makin menyebar dari mulut ke mulut sampai ke perusahaan-perusahaan.  Dari situ pengunjung berdatangan.  Karena tempat ini berdekatan dengan sebuah desa tempat tinggal penduduk yang kesehariannya berprofesi sebagai petani sawah, kebun sayur dan buah serta berternak kerbau sehingga si pemilik melihat ini sebagai potensi yang sangat bagus untuk dijadikan tempat wisata yang menawarkan hiburan edukatif dengan memperkenalkan tradisi kental Indonesia yang bernuansa pedesaan.  Maka pada tahun 2000 diresmikan menjadi Kampoeng Cinangneng dengan luas sekitar 1,5 hektar.


Mau tau apa saja kegiatan yang kami lakukan selama berada di tempat wisata Kampoeng Cinangneng ini? yuk baca terus ceritaku dibawah ini…. hehhehe


Pertama kali memasuki kawasan wisata ini ditandai dengan gerbang selamat datang di Kampoeng Wisata Cinangneng.  Kemudian kami disambut ramah oleh seorang satpam yang kemudian mengantarkan kami ke bagian penerima tamu.  Di tempat ini kami diterima oleh seorang bapak yang siap  menjelaskan apa saja kegiatan kampoeng wisata ini dan sekaligus menerangkan paket-paket wisata yang ada.  Ada beberapa paket wisata yang tersedia dengan klasifikasi  paket rombongan, paket anak-anak sekolah dan paket keluarga yang masing-masing ada jumlah minimal personalnya.  Nah, karena kami hanya berempat maka kami hanya bisa menggunakan paket keluarga dengan biaya paket perorang 100 ribu rupiah termasuk makan siang.  Jadi, kami sudah tidak usah repot-repot mencari makan siang lagi karena sudah termasuk dalam paket wisata keluarga.

Berkunjung ke Home Industry


Kegiatan pertama kami adalah mengunjungi Home Industry yang ada di kawasan wisata Kampoeng Cinangneng ini.  Seorang pemandu laki-laki muda yang gesit dan sangat ramah siap mengajak kami menelusuri kampung untuk mengetahui lebih dekat apa saja industry rumah tangga yang dikelola penduduk disini.  Untuk sampai di kampung Home Industry tersebut, sebelumnya kami harus melewati  dahulu hutan kecil, perkebunan terong yang kebetulan sedang berbuah  dengan pohon-pohon yang rendah berbaris rapi, menuruni anak tangga yang curam, melewati  petak-petak sawah dan melintasi  jembatan yang dibawahnya mengalir sungai Cinangneng.  Diujung jembatan barulah kami sampai di sebuah desa penduduk yang dinamakan Desa Batang.  Langkah-langkah kami bersemangat, apalagi kedua putriku yang memang belum pernah menikmati langsung suasana pedesaan seperti ini.  Mereka sangat antusias dengan mengeluarkan komentar-komentar kecil sepanjang perjalanan yang mengisyaratkan kalau mereka senang dengan suasana desa yang ada disini.



sawah




kebun terong kampoeng cinangneng


cinangneng


Pengrajin keset adalah pengrajin pertama yang kami singgahi.  Keset ala kadarnya yang dibuat dari bahan-bahan bekas misalnya baju bekas, bahan-bahan sisa tukang jahit dan bahan-bahan apa saja yang menyerap air yang kemudian digunting-gunting sedemikian rupa sehingga menjadi keset-keset yang bisa digunakan. 


Pengrajin berikutnya yang kami kunjungi adalah pengrajin tas wanita.  Tas brand internasional Louis Vuiton yang terkenal itu telah menarik perhatian pasangan suami isteri ini untuk dijadikan usaha andalan yang bisa menghidupi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.  Kedua putriku terperangah kagum.  Di rumah petak sederhana yang sempit, dipenuhi perlengkapan alat-alat jahit dan bahan-bahan baku tas yang bertumpuk di sudut ruang agak remang, menjadi bengkel yang memompa semangat pasangan suami isteri ini untuk selalu berusaha tanpa mengenal lelah.  Dari tangan-tangan mereka inilah puluhan tas setiap harinya dikirim ke pusat penjualan tas di Tajur Bogor. 


Dan yang terahir, kami mengunjungi pengrajin yang memanfaatkan sisa-sisa batok kelapa dan ruas-ruas bambu yang kemudian disulap menjadi berbagai macam peralatan dapur dan souvenir-souvenir  dengan  bentuk-bentuk yang unik.


Kehidupan mereka yang bisa dibilang sangat sederhana,  tinggal di gang-gang sempit tapi semangat usaha yang begitu besar menjadi satu poin positif yang sangat melekat di benak kedua putriku.  Bahwa hidup adalah perjuangan, kerja keras dan harus pandai-pandai bersyukur karena syukur  itulah yang akan membawa kenikmatan luar biasa atas segala kondisi yang sudah digariskan oleh Sang Ilahi.

tas louis vuiton
bersama pengrajin tas

pernak pernik rumah tangga
 kediaman pengrajin batok kelapa & bambu
Menanam Padi di Sawah dan Memandikan Kerbau 
   

Kegiatan menanam padi merupakan kegiatan yang paling seru dan mengesankan bagi kedua putriku.  Sebelum terjun ke lahan sawah yang berlumpur, pemandu terlebih dahulu menjelaskan bagaimana cara menanam padi dengan sistem tandur.  Tandur adalah menanam padi dengan cara mundur.  Konon cara ini merupakan peninggalan pemerintahan kolonial jepang dengan maksud agar meningkatkan produktifitas pertanian.  Bibit yang sudah siap tanam diikat dan kemudian dimasukkan dalam lahan sawah basah yang sebelumnya sudah dibersihkan dan digemburkan, dengan kedalaman sekitar 10 cm dengan jarak yang sama dan tertata rapi, kemudian  ditancapkan dengan cara membungkuk dan berjalan mundur. 


Setelah menanam padi di sawah kami pun segera menuju ke sungai Cinangneng untuk memandikan kerbau.  Aktifitas memandikan kerbau juga sangat mengasyikkan.  Nyemplung langsung ke sungai yang airnya dingin dan segar, kemudian menyibak air dengan kedua tangan sambil mengusap kerbau yang begitu bersahabat.  Hmmm, bagi kedua putriku yang belum pernah melihat kerbau secara langsung merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan.



memandikan kerbau di kampoeng wisata



Tibalah makan siang.  Kami istirahat, bersih-bersih, sholat dzuhur dan makan siang dengan menu paket ayam goreng, tahu tempe, lalap, sambal, kerupuk dan buah sebagai pencuci mulut yang disajikan ala kampoeng dengan wadah bulat besar yang terbuat dari bahan bambu.  Alhamdulillah…

Setelah Dzuhur, pemandu kembali siap menemani kami untuk melakukan aktifitas berikutnya.


Bermain Gamelan

Kali ini, kami diperkenalkan alat musik Gamelan.  Komponen utama alat musik gamelan ini adalah bambu logam dan kayu.  Gamelan ini merupakan seperangkat alat musik yang cara memainkannya berbeda dengan alat musik lain yang kebanyakan menggunakan not balok.  Kami diberi kesempatan untuk memainkan alat ini dipandu oleh seorang yang memang  sudah mahir.  Aku sangat menikmati setiap dentingan suara dari alat yang kami pukulkan dengan nada-nada yang teratur.  Pokoknya asyik banget deh.  Dan aku yang paling kelihatan norak karena baru kali ini aku bisa memegang dan memainkan alat musik ini sehingga menimbulkan nada yang begitu indah di telingaku.



gamelan di kampoeng wisata cinangneng


Membuat Kue dan Minuman Tradisional


Puas bermain gamelan kami menuruni anak tangga menuju dapur terbuka untuk belajar dan mempraktekkan langsung cara membuat kue pukis dan membuat minuman jahe.  Lucu dan menyenangkan, kakak pemandunya pun sangat sabar menuntun kedua putriku belajar membuat adonan kue, memasukkan ke dalam mangkuk-mangkuk kecil hingga di kukus di atas api kompor.  Begitu pula dengan membuat minuman jahe.  Kami diberikan kesempatan untuk memblender jahe, merebus dan terakhir mencicipi makanan dan minuman yang sudah kami buat sendiri.  Waaahhh, asyiikkk ….udah dikasih ilmu dikasih makanan dan minuman pula, Alhamdulillah.

saung caping tempat memasak
dapur untuk membuat makanan/minuman

membuat kue pukis
kue pukis siap dikukus

membuat wedang jahe
Jahe dipotong-potong, siap diblender
Membuat Wayang dari Daun Singkong


Kegiatan kami berikutnya adalah membuat wayang dari daun singkong.  Nah membuat wayang ini awalnya sedikit rumit, karena harus banyak menggunakan daun singkong, dipilin dan diputar-putar.  Tetapi kalau jeli dan memperhatikan kakak pemandu dengan cermat ternyata membuat wayang dari daun singkong itu sangat mudah.

membuat wayang
membuat wayang dari daun singkong
Foto Bersama dengan Pakaian Khas Kampoeng Cinangneng


Tepat menjelang Asyar, kegiatan wisata kami berakhir dengan foto bersama  menggunakan pakaian ala Kampoeng Cinangneng.  Selesai berfoto, selesai juga serangkaian kegiatan wisata kami di Kampoeng Wisata Cinangneng.  Sebelum pulang kami diberi sertifikat penghargaan bahwa kami telah mengikuti program Poelang Kampoeng ke Desa Cinangneng.  Bye….. sampai jumpa …


pakaian tradisional


***

RESENSI BUKU ; THE POWER OF SHOWING UP

Judul : The Power of Showing Up Penulis : Daniel J. Siegel, M.D & Tina Payne Bryson, Ph.D Penerjemah : Alodia Dwinkarinardy Penerbit : P...